Hai sobat.... Lagi marak isu kenaikan harga BBM nich, kebetulan lagi browsing browsing
dan buka-buka forum dapat info menarik jadi langsung saja Jais share buat
sobat semua. Artikel menarik tersebut sangat bermanfaat dan sangat
mengejutkan sekali karena bersebrangan dengan teori yang selama ini kita
pelajari dari SD sampai SMA.
Bagaimana tidak, dalam artikel tersebut menyatakan bahwa minyak bumi
ternyata bisa diperbarui dan bukan berasal dari fosil seperti yang kita
yakini. Waduh, berarti yang Jais pelajari dari sekolahan salah semua donk, kalau Minyak bumi berasal dari fosil dan tidak dapat di perbaharui :/ Dibahas juga adanya konspirasi pembohongan untuk menaikan harga
“Emas Hitam” tersebut. Ok langsung simak aja deh kutipan artikel tersebut.
Awal Mula Munculnya
Teori Minyak Bumi dari Fosil
Pesimistis dalam dunia perminyakan secara tidak sadar memang telah
dibangun dari awalnya. Kita semua percaya bahwa minyak bumi adalah bahan
bakar fosil, hampir setiap hari “fakta” ini disebut dalam berbagai
media massa. Lalu siapa sebenarnya yang pertama mengajukan teori
(tepatnya hipotesis) yang kadung dipercaya semua orang ini? Adalah
Mikhailo V. Lomonosov, seorang cendekiawan besar Rusia, yang pada 1757
mengajukan sebuah hipotesis bahwa minyak bumi berasal dari sisa-sisa
makhluk hidup.
Berdasarkan hipotesis ini, berarti minyak mentah akan terbentuk
sangat lambat, karena berasal dari sisa-sisa tumbuhan dan binatang yang
telah mati, melewati jutaan tahun terkubur di bawah batuan, mengalami
tekanan dan suhu yang luar biasa, lalu mengubahnya menjadi minyak
mentah.
Industri minyak bumi modern lahir 145 tahun yang lalu di Titusville,
Pennsylvania, Amerika Serikat (AS) ketika Edwin Drake sukses melakukan
pemboran pertama minyak bumi di AS. Kala itu hampir tidak ada yang
mengkhawatirkan berapa lama lagi perut bumi menyediakan minyaknya untuk
dambil? Tetapi sejak produksi minyak di AS memuncak sekitar 1970,
sejumlah ahli geologi, ahli ekonomi dan analis industri mulai
mempertimbangkan sebuah pertanyaan, berapa lama lagi pasokan minyak bumi
dunia bisa memenuhi permintaan yang terus meningkat? Banyak kalangan
memprediksi, produksi minyak global akan mencapai puncaknya beberapa
tahun ke depan.
Konsekuensi dari hipotesis “bahan bakar fosil” tentunya menyisakan
pertanyaan-pertanyaan pesimis seperti itu. Berapa banyak minyak mentah
yang masih tersisa di dalam perut bumi? Dan kapan habisnya?
Menurut
National Geographic
, jumlah minyak mentah yang
tersisa di bumi diprediksi sekitar 1,2 triliun barrel. Walaupun ladang
minyak baru banyak ditemukan, tetapi pasokan saat ini tidak sebanding
dengan penemuan-penemuan ladang tersebut. Berdasarkan gambaran konsumsi
saat ini, berarti perkiraan 1,2 triliun barrel minyak bumi akan habis
dalam tempo 44 tahun.
Benarkah masa kejayaan energi tak terbarukan ini akan segera
berakhir? Akankah tak kan tersisa lagi tetesan minyak di jebakan kerak
bumi? Ataukah ini hanya isu-isu yang sengaja dihembuskan untuk
melambungkan harga “emas hitam” ini?
Munculnya Bantahan
Teori Minyak Bumi Dari Fosil
Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut kita mesti meninjau
ulang hipotesis biogenik Lomonosov yang dibuat hampir 250 tahun yang
lalu itu. Beberapa ilmuwan mulai mempertanyakan pandangan tradisional
ini. Pada abad ke-19 hipotesis ini untuk pertama kalinya ditolak
seorang naturalis dan geolog Jerman kenamaan,
Alexander von
Humboldt
, dan ahli kimia termodinamik
Prancis, Louis Joseph Gay-Lussac, kemudian mereka mengajukan dalil
alternatif yang menyatakan bahwa minyak bumi adalah materi primordial
(purba) yang memancar dari tempat yang sangat dalam, dan tak ada
hubungannya dengan materi biologis dari permukaan bumi.
Dengan berkembangnya ilmu kimia selama abad kesembilan belas,
terutama ketika hukum kedua termodinamika ditemukan oleh Clausius pada
1850, hipotesis Lomonosov terus diserang, tak kurang dari pakar kimia
Prancis Marcellin Berthelot mencemooh hipotesis asal biologis dari
minyak bumi ini. Berthelot adalah orang pertama yang melakukan percobaan
yang melibatkan serangkaian apa yang sekarang disebut sebagai reaksi
Kolbe dan menunjukkan bahwa minyak bumi bisa dihasilkan dengan
melarutkan baja dengan asam kuat tanpa melibatkan molekul atau proses
biologis.
Selama kuartal terakhir abad kesembilan belas, ahli kimia
Rusia Dmitri Mendeleev

juga menguji dan menolak
hipotesis Lomonosov ini. Mendeleev menyatakan dengan jelas bahwa minyak
bumi merupakan bahan primordial yang keluar dari kedalaman yang jauh.
Dengan persepsi yang luar biasa, Mendeleev membuat hipotesis tentang
adanya struktur geologi yang ia sebut “patahan dalam” (deep fault)
tempat minyak bumi melaluinya dari kedalaman.
Pada 1951, dalam sebuah kongres geologi minyak bumi, seorang geolog
asal
Rusia Nikolai A. Kudryavtsev
mengajukan teori asal-usul minyak bumi abiotik atau abiogenik, setelah
menganalisis
hipotesis Lomonosov yang terbukti salah. Inilah
untuk pertama kalinya teori abiotik modern dicanangkan untuk mengganti
teori konvensional.
Kudryavtsev tidaklah sendiri, dia mendapat banyak dukungan termasuk
dari para ilmuwan barat, seperti
Thomas Gold
dan
Dr JF Kenney.
Bahkan Kenney bersama ilmuwan Rusia lainnya benar-benar mampu membangun
reaktor dan membuktikan minyak bumi bisa dihasilkan dari kalsium
karbonat dan oksida besi, dua senyawa yang melimpah di kerak bumi.
Baru-baru ini, para peneliti dari Royal Institute of Technology di
Stockholm, Swedia telah berhasil membuktikan bahwa fosil-fosil dari
hewan dan tumbuhan tidak lagi diperlukan untuk menghasilkan minyak
mentah. Temuan ini begitu revolusioner karena sangatlah berarti, di satu
sisi akan memudahkan menemukan sumber-sumber energi, di sisi lain
sumber energi ini dapat ditemukan di seluruh dunia.
“Dengan menggunakan penelitian ini, bahkan kami dapat mengatakan di
mana minyak bumi dapat ditemukan di Swedia,” kata Vladimir Kutcherov,
profesor yang memimpin riset ini.
Bersama dengan koleganya, Vladimir Kutcherov telah melakukan simulasi
suatu proses yang melibatkan tekanan dan panas yang terjadi secara
alami di lapisan dalam bumi, proses yang menghasilkan hidrokarbon,
komponen utama dalam minyak dan gas alam.
Menurut Kutcherov, penemuan ini mengindikasikan dengan jelas bahwa
pasokan minyak bumi tidak akan habis. “Tidak ada keraguan bahwa
penelitian kami membuktikan bahwa minyak mentah dan gas alam yang
dihasilkan, tanpa melibatkan fosil. Semua jenis batuan dasar dapat
berfungsi sebagai reservoir minyak,” kata
Vladimir Kutcherov
kepada Science Daily, baru-baru ini.
Kutcherov pun mampu membuktikan bahwa hidrokarbon dapat dibuat dari
air, kalsium karbonat dan zat besi. Ini berarti minyak bumi merupakan
sumber energi berkelanjutan dan terbarukan.
Proses abiotik untuk menghasilkan minyak bumi dimungkinkan lewat
proses yang disebut
Fischer-Tropsch
, reaksi kimia yang mengubah
campuran karbonmonoksida dan hidrogen menjadi hidrokarbon cair. Proses
ini dikembangkan dan dipatenkan pada tahun 1920, kemudian digunakan
selama Perang Dunia II oleh Jerman dan Jepang. Proses ini pun menjadi
dasar penciptaan bahan bakar jet yang dibuat dari air di AS, seperti
dilaporkan majalah Wired
Beberapa Contoh Bukti Kasus Konspirasi Kebohongan tentang
Kelangkaan Sumber Minyak
Inti dari masalah ini adalah bahwa jika minyak banyak di
daerah-daerah di mana kita diberitahu oleh pemerintah dan perusahaan
minyak yang tidak memiliki bukti yang jelas bahwa kelangkaan buatan
disimulasikan dalam rangka untuk mendorong maju segudang agenda lainnya.
Dan kami memiliki contoh nyata dimana hal ini telah terjadi.
Seperti pada perusahaan pengeboran minyak raksasa Chevron dan Texaco,
mereka mendapat memo untuk sengaja menciptakan kelangkaan minyak dengan
membatasi kapsitas produksi dengan menutup kilang minyak tertentu
dengan alasan minyak telah habis di sumber tersebut. Ini adalah upaya
lobi nasional yang dipimpin oleh American Petroleum Institute untuk
mendorong perusahaan-perusahaan kilang minyak untuk melakukan hal ini.
” Sebuah memo internal yang Chevron menyatakan; “Seorang analis
energi senior di konvensi API baru-baru ini memperingatkan bahwa
meskipun industri minyak AS tidak mengurangi kapasitas penyulingan hal
ini tidak akan menimbulkan peningkatan substansial dalam margin kilang.”
Memo ini semakin memperjelas bahwa gagasan untuk pengurangan dalam
kapasitas penyulingan dan pembatasan dalam membuka kilang baru tidak
datang dari organisasi lingkungan, seperti yang dikatan oleh para
produsen minyak , tetapi melalui kebijakan yang disengaja dari mereka
sendiri.
Program Illuminati
Dibalik Kebohongan Keterbatasan Alam Dalam Produksi Minyak Bumi
Teori Peak Oil adalah kebohongan masif yang dirancang untuk
menciptakan kelangkaan buatan demi mendongkrak harga, juga memberikan
negara sebuah alasan untuk mengorbankan standar hidup yang telah kita
perjuangkan dengan susah payah. Publisitas menciptakan CFR dan Club of
Rome strategy manual sejak 30 tahun lalu mengatakan bahwa pemerintah
global perlu mengontrol populasi dunia melalui neo-feodalisme dengan
menciptakan kelangkaan buatan.
Sekarang arsitek sosial de-industrialisasi Amerika Serikat
menyalahkan disintegrasi ekonomi kita pada kurangnya pasokan energi.
Sekarang ekonomi dunia telah menjadi begitu terpusat melalui operasi
globalisasi, mereka akan terus mengkonsolidasikan dan menyalahkan
pemakaian berlebihan atas bahan bakar yang bersumber dari fosil,
sementara pada saat yang sama mereka juga menghalangi pengembangan dan
integrasi teknologi bersih yang terbarukan.
Dengan kata lain, Sumber minyak bumi yang dinyatakan dari fosil
mahluk hidup adalah kebohongan besar untuk menciptakan kelangkaan buatan
dan mengendalikan harga . Sementara itu, teknologi bahan bakar
alternatif yang telah ada selama beberapa dekade juga sengaja ditekan
pengembangannya. Peak Oil adalah sebuah teori yang dikemukakan oleh
elit, oleh industri minyak, oleh orang-orang bahwa Anda akan berpikir
puncak minyak akan membahayakan, kecuali itu adalah penutup untuk agenda
lain.
|  |
| | Produksi Minyak Dunia Menurut Sekenario Peak Oil Theory |
Dan begitulah realitanya dunia ini yang penuh dengan kepalsuan. Teori
bahwa minyak bumi berasal dari sisa fosil biologis zaman dahulu
memanglah sebuah kebohongan besar dari para elit zionis-Illuminati (yang
memang sejak awal menguasai bisnis minyak, media, dan institusi
pendidikan). Illuminati ingin menggunakan propaganda Peak Oil untuk
menaikkan harga minyak dan mengeksekusi rencana depopulasi dunia mereka.
Saat harga minyak naik melewati kemampuan beli sejumlah besar negara,
hanya negara-negara yang diizinkan hidup oleh Illuminati yang akan
mendapatkan minyak. Beberapa milyar penduduk bumi akan dimusnahkan
(depopulasi) secara kejam dalam kekacauan dan kepanikan akibat matinya
industri dan perdagangan di dalam negeri mereka.
Mungkin bagi sangkaan orang awam, keuntungan penjualan minyak akan
dinikmati oleh negara-negara penghasil minyak seperti Arab Saudi,
Kuwait, Uni Emirat Arab, Libya dan Indonesia. Namun kenyataannya
meskipun ladang produksi minyaknya ada di Arab Saudi dll, namun sebagian
besar perusahaan penambang dan pengolah minyaknya dimiliki oleh
perusahaan asing, Rockefeller beserta kolega-koleganya. Di Indonesia
sendiri, 90% perusahaan minyak yang ada dimiliki oleh perusahaan asing.
Maka jangan heran sebagai salah satu negara penghasil minyak, tidak ada
sedikitpun jejak keuntungan besar yang diraup oleh negara ini.
Sedikitpun dana yang ada belum terkorupsi, dana ini, dana itu yang tidak
jelas kemana larinya. Yang jelas nikmatin ya mafia2 minyak itu, rakyat
kecil kayak kita mah dianggap ngga perlu, yang penting beli BBM terus,
dan sekarang dicabut subsidinya pula.
Saat ini, akibat propaganda Peak Oil, semua negara ramai-ramai
mengembangkan minyak nabati yang disebut biofuel. Mereka menggunakan
bahan pangan seperti jagung dan gula untuk membuat minyak baru.
sekalipun mereka tahu energi yang diperlukan untuk memproduksi satu unit
minyak biofuel lebih besar daripada energi yang kemudian bisa didapat
dari satu unit minyak biofuel, rencana ini tetap jalan terus.
Selain itu, efek dari tindakan ini adalah mengurangi lahan
pertanian untuk bahan pangan. Tanah pertanian yang sebenarnya untuk
memproduksi bahan pangan sekarang sebagian dikonversi
sebagai lahan pertanian yang produknya dipakai untuk membuat bahan baku
biofuel. Salah satu penyebab kenaikan harga komoditi pertanian beberapa
tahun terakhir ini adalah karena hal ini, dan kabar buruk bagi para
kelas menengah dan orang miskin adalah intensitas program ini sekarang
masih di tahap awal. Di tahun-tahun mendatang, akan ada semakin banyak
lahan pertanian untuk memproduksi biofuel dan oleh sebab itu akan
membuat pasokan bahan pangan menjadi semakin ketat, alias harga bahan
pangan akan terus meningkat. …
food inflation menjadi perhatian para pengamat ekonomi, saya melihat
dr perspektif lingkungan juga dan ternyata ada benang merahnya di
teknik2 produksi GMO. Memperkecil lahan pertanian = menggantungkan hidup
petani pada teknologi pertanian yg dikuasai asing, menjadikan lahan2
petani sbg industri trmsuk biofuel, kemudian kanibalisasi lahan dng
menjadikan lahan pangan yg bergantung pd air tawar ke air asin. Saat ini
ada ujicoba para insinyur monsanto membuat sawah di tepi pantai dng
keramba spt rumput laut. its insane!
Rusia berhasil membuktikan kalau minyak bumi ternyata
bukan dari fosil dan dapat diperbaharui karena berasal dari lapisan
magma lebih di kedalaman lebih dari 30,000 kaki dan tidak ditemukan
lapisan organik.
Tidak kebetulan kemudian bahwa Rusia, yang memelopori penelitian ini
kemudian melakukan serangkaian proyek penggalian minyak bumi dengan
kedalaman yang lebih jauh lagi 30.000 meter
Bukti-bukti lain bahwa minyak adalah bahan bakar abiotik (bukan
fosil), dapat Anda pelajari dengan mencari informasi di internet. Anda
bisa mengetik “abiotic oil” di search engine seperti google ataupun
yahoo..berikut dibawah ini link beberapa refrensi tentang kebohongan
teori peak oil atau keterbatasan sumber minyak.
Berarti gak perlu takut kehabisan bahan bakar nich.... mudah-mudahan aja dengan adanya penemuan ini harga BBM jadi lebih murah, biar Emak gak setres mikirin BBM =D hahahahahaha Just Kidding